Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 12

Jurnal Refleksi Minggu ke 12

Dewi Setiawati - CGP Angkatan 4 Kabupaten. Karo 

- SMPN 4 Kabanjahe. 

Pengajar Praktik - Totaria Simbolon

Fasilitator - Suweno


Model Segitiga Refleksi

  1. Setelah Pembelajaran minggu ini, Saya akhirnya mampu menata emosi ketika menghadapi berbagai kegiatan, sebagai guru yang juga merangkap membantu penatausahaan menjalani berbagai tugas sering membuat kita merasa tertekan. Dengan pembelajaran sosial emosional yang saya terapkan di lingkungan kerja dan di kelas membuat saya merasa lebih rileks menjalani setiap rangkaian kegiatan.
  2. Setelah Pembelajaran minggu ini, saya akhirnya memahami bahwa kompetensi sosial emosional sangat perlu untuk dipahami dan diterapkan bahkan sedini mungkin karena hal ini dapat membantu individu dalam mengelola aspek sosial dan emosional. Sangat baik diterapkan dalam pembelajaran kepada murid secara lebih sistematik dan komprehensif.
  3. Setelah Pembelajaran minggu ini, target saya berikutnya adalah menambahkan kompetensi sosial emosional ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk diterapkan secara berkelanjutan bagi diri sendiri dan semua murid agar mereka juga memiliki kompetensi sosial emosional yang baik selain kemampuan akademik
  4. Perasaan saya setelah melakukan pembelajaran minggu ini, sangat bersyukur memperoleh kesempatan untuk mempelajari materi yang sangat saya butuhkan ini. Saya pun ingin belajar secara bertahap tentang kesadaran penuh (Mindfulness) dan memiliki 5 kompetensi sosial emosional sehingga di masa depan saya menjadi guru yang bisa membangun relasi dan komunikasi yang positif dengan murid.


Rabu, 25 Juli 2018

Drama Pagi hari

Adzan subuh pagi ini membangunkanku dari lelapnya tidur malam. Beranjak turun dari peraduan langsung ke kamar mandi. Seperti biasa rutinitas pagi ini, yang tak biasa adalah karena pagi ini kami hanya bertiga. Mas Budi suamiku pergi keluar kota untuk urusan tertentu yang sudah terjadwal. Berhubung tak ada yang mengantar kamipun akan berangkat sekolah bertiga, pikirku berencana. Ketika tiba saatnya untuk sarapan mulailah drama itu terjadi. 

Di Sekolah Putri kami dianjurkan untuk membawa bekal dari rumah karena selain lebih hemat pasti lebih sehat ketimbang mereka jajan sembarangan. Mereka sudah terbiasa mandiri untuk urusan-urusan semacam itu. Si kakak yang sudah rapi membereskan wadah bontotannya, si adekpun mengikuti si kakak. Tetiba terdengar ribut-ribut dari arah dapur, akupun segera melihat apa gerangan yang terjadi. Ternyata eh ternyata si adek yang super manja karena merasa anak paling kecil dan memang dia anak paling kecil di rumah kami paling tau semua sayang kepadanya mulailah menunjukan keegoisannya. Tempat bontot yang sudah disiapkan kakak diclaim untuknya. Sementara si kakak yang merasa sudah bersusah payah membereskan semuanya pun tak mau memberikan tempat bontot yang diminta adiknya.

Aku berusaha menjelaskan bahwa adik tak boleh meminta paksa apa yang sudah dipakai oleh orang lain. Tapi dasar keras kepala si adik bersikeras ingin tempat bontot itu. Seperti habis akal aku pun minta kakak untuk berangkat lebih dulu supaya tidak terlambat. Ternyata butuh waktu 30 menit untuk membuat nona kecilku tenang dan bisa berangkat sekolah. Sambil berjalan kurangkul pundak kecilnya dan berbincang, berharap nona kecil memahami bahwa kelakuannya pagi ini adalah sebuah kesalahan. Berjanji menjemputnya siang nanti kamipun berpisah untuk tujuan masing-masing. 


Sabtu, 02 Juni 2018

Delete


"Digitalisasi Hati" mungkin hampir 2 tahun yang lalu materi itu sudah aku terima, namun mengapa kini aku seperti hampir melupakan materi itu ya.
Ah memalukan, apa artinya ini. Dia hampir seperti bayangan ku, mengikutiku kemanapun aku pergi.
Banyaknya cerita di hatiku harusnya mampu melahirkan berepisode-episode kisah secara lancar, namun ternyata, ketika aku berhadapan dengan sang moda mengapa semua jadi hilang, menguap seperti spirtus, kehilangan penyambung kata.
Ada rasa yang Aku tak suka dia hadir dalam hatiku, karena rasa itu menggangguku, karena rasa itu membunuhku.